Bahkan Terdapat Desainer yang Sangat Jarang Dijadikan Ikon
Chevron: Kota Leluhur Yahudi yang Pernah Dibantai, Diperkosa, Bahkan Dibakar Bangsa Arab
April 12, 2012
10308394_10205742786155348_4849858454324551371_n
“Pertemuan” Islam dan Yahudi di Jakarta: An Interfaith Dialogue
November 14, 2014
Show all

Perancangan Ensiklopedia Visual “DPAZL” sebagai Media Pembangun Awareness terhadap Eksistensi Kelompok Elit Illuminati

Prev Daftar Isi

Hyper-basic Design

Disadari atau tidak, globalisasi – bersamaan dengan begitu mudah dan cepatnya arus informasi melalui berbagai sarana teknologi – memengaruhi masyarakat untuk berperilaku konsumtif. Setiap saat, masyarakat bisa mengakses informasi apapun melalui hampir semua media yang bahkan ada dalam genggaman tangannya. Umumnya, globalisasi diperkenalkan dapat membawa dampak positif. Namun pengetahuan yang tak menyeluruh menutupi urgensi dampak negatif yang lebih signifikan. Seperti misalnya disorientasi, atau krisis sosial-budaya dalam masyarakat – serta yang paling penting, semakin merebaknya gaya hidup konsumerisme bahkan hedonisme yang dewasa ini, tidak hanya terjadi di perkotaan, tapi dapat dikatakan merambah hampir seluruh masyarakat  di Indonesia, sebagai negara dengan jumlah umat muslim terbanyak di dunia.

Berkembangnya jenis dan pilihan produk berbanding lurus dengan gaya hidup konsumtif yang menurut KBBI, merupakan ‘paham yg menganggap barang-barang (mewah) sebagai ukuran kebahagiaan, kesenangan, dan sebagainya.’ Padahal, selain makin banyaknya produk-produk sekunder bahkan tersier diluar kebutuhan primer yang dibeli masyarakat, mereka juga tak sadar bahwa penggunaan uang kertas yang tak bijak akan membawa lebih banyak dampak negatif. Masyarakat mayoritas tidak mengetahui dan cenderung tidak peduli terhadap sistem uang/ perbankan dewasa ini yang tidak lepas dari riba. Bagaimana sistem tersebut diciptakan, mengapa emas sebagai alat tukar digantikan dengan uang kertas, mengapa terus-menerus terjadi inflasi, dan yang paling penting, untuk siapa uang mereka dibelanjakan, adalah hal-hal yang luput dari perhatian 88% populasi Indonesia yang beragama Islam.

Disamping Freemasonry; Globalisme, Komunisme, Pluralisme, Sosialisme, Liberalisme, Feminisme, Zionisme, dan Neo Konservatisme, adalah kemasan dan “make up” para elit Illuminati dalam mewujudkan satu tujuan, “Novus Ordo Seclorum,” bahasa latin yang berarti “Orde Baru (yang) Sekuler”, yang lebih dikenal sebagai “New World Order;” tatanan dunia baru yang memisahkan agama dari kehidupan, atau singkatnya, dunia tanpa Tuhan. Sangat ironis karena dalam agama-agama tauhid, hal ini merupakan tanda-tanda berakhirnya dunia, yang mereka berusaha wujudkan dengan berbagai cara yang tidak disadari oleh dunia. Mulai dari aspek hiburan seperti pop-culture, musik, film, pornografi dan industri sejenis, lalu pemikiran, gaya hidup dan gerakan-gerakan/ organisasi menyimpang, dilakukannya konspirasi dan propaganda terhadap suatu pihak, hingga yang paling dekat dengan masyarakat saat ini, yakni produk-produk konsumtif, mulai dari produk-produk high-involvement, Kuadran I seperti barang-barang teknologi dan gaya hidup, hingga produk low-involvement, Kuadran 4 yang dikonsumsi setiap hari, seperti alat-alat mandi, makanan, dan yang terparah, rokok. Bukti-bukti yang ada sudah tak dapat dipungkiri dan sayangnya tak pula disadari bahwa dari sana lah kelompok pemuja setan tersebut mengalirkan dana yang baik secara langsung atau tidak, digunakan untuk membantai saudara-saudara kita di Timur Tengah yang seakan tiada ujungnya.

Sebenarnya, pengetahuan dan teori mengenai Illuminati dan agenda-agenda mereka sudah diterbitkan dan dapat dibeli di toko-toko buku. Namun pengetahuan yang setengah-setengah dan topik-topik yang lebih banyak beredar lewat internet dan mulut ke mulut, membuat masyarakat Indonesia khususnya, tidak menganggapinya secara serius dan tak sedikit yang mempercayainya sebagai Hoax. DPAZL adalah sebuah Ensiklopedia Visual yang pada titik awal akan berbentuk buku berisi ilustrasi dan infografis yang seperti namanya, berkonsep dari potongan-potongan puzzle yang disatukan. Strategi Illuminati dalam “bersenjatakan” kotak yang ada di setiap rumah, yakni televisi, merupakan alasan kenapa buku dipilih sebagai media perancangan ini, karena, buku dapat berdiri sendiri dan dapat diperlihatkan ke lebih banyak segmen dan lebih banyak orang di Indonesia dibandingkan dengan media digital. Meskipun visualisasi dan gaya komunikasi akan disesuaikan dengan segmen utama yakni generasi muda di atas 20 tahun, namun dengan media buku Ensiklopedia Visual, target utama dapat membagi informasi ke orang lain dengan buku tersebut secara representatif. Ensiklopedia ini akan disajikan dengan mengorelasikan kehidupan sehari-hari dan dampaknya terhadap dunia.

Diharapkan, Ensiklopedia Visual DPAZL ini dapat memberikan pengetahuan, ataupun sekecil-kecilnya meningkatkan awareness pembacanya. Lebih jauh lagi, masyarakat Indonesia dapat memilah-milah kepada siapa uangnya dibelanjakan dan bahkan berani memilih untuk menjadi masyarakat produktif, dalam rangka mewujudkan pribadi-pribadi yang mandiri dan independen.

2 Comments

  1. Saris Siqti says:

    kapan mas den bukunya terbit :( beneran penggen punya buku dpazl dan mau aku kasihkan papa ku :(

  2. adinda bening says:

    nunggu bgt dpazl bs terbit bukunya jadi sebuah komunitas, butuh pencerahan sm topik ini :). Keep up the good work!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>